Kesalahan Pemahaman Tentang Nabi ‘Isa ‘alayhissalam
“dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa
putra Maryam, Rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak
(pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan
dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang
(pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu.
Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti
persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu
adalah Isa” (QS. An-Nisaa: 157)
Ibnu Abbas Radhiallahu'anhuma mengatakan:
لما أراد الله أن يرفع عيسى إلى السماء خرج على أصحابه وفي البيت
إثناعشر رجلا من الحواريين يعني فخرج عليهم من عين في البيت ورأسه يقطر ماء فقالك
إن منكم من يكفر بي إثني عشر مرة بعد أن آمن بي
Ketika Allah hendak mengangkat 'Isa ke langit, maka 'Isa keluar untuk menemui
para sahabatnya dari kalangan Hawariyyin yang jumlahnya ada 12 orang. yang
dimaksud ialah isa keluar dari mata air yang ada dalam rumah tersebut,
sedangkan kepalanya masih meneteskan air, lalu ia berkata: "Sesungguhnya
di antara kalian ada orang yang kafir kepadaku sebanyak 12 kali sesudah ia
beriman kepadaku".
قال ثم قال أيكم يلقى عليه شبهي فيقتل مكاني ويكون معي في درجتي
Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, bahwa 'Isa berkata pula, "Siapakah di
antara kalian yang mau dijadikan sebagai orang yang serupa denganku, lalu ia
akan dibunuh sebagai gantiku, maka kelak dia akan bersamaku dalam satu
tingkatan ?"
فقام شاب من أحدثهم سنا فقال له اجلس ثم أعاد عليهم فقام ذلك الشاب
فقال اجلس ثم أعاد عليهم فقام الشاب فقال أنا فقال هو أنت ذاك فألقى عليه شبه عيسى
ورفع عيسى من روزنة في البيت إلى السماء
Maka berdirilah seorang pemuda yang paling muda usianya di antara yang ada,
lalu 'Isa berkata kepadanya, "Duduklah kamu". Kemudian ia mengulangi
lagi kata-katanya itu, maka pemuda itu juga yang berdiri seraya berkata,
"Aku bersedia". Akhirnya 'Isa berkata, "Kalau memang demikian,
kamulah orangnya". Maka Allah menjadikannya serupa dengan Nabi 'Isa,
sedangkan Nabi 'Isa sendiri diangkat ke langit dari salah satu bagian atap
rumah tersebut.
قال وجاء الطلب من اليهود فأخذوا الشبه فقتلوه ثم صلبوه فكفر به بعضهم
اثني عشر مرة بعد أن آمن به وافترقوا ثلاث فرق
Ibnu Abbas melanjutkan kisahnya, bahwa setelah itu orang-orang Yahudi yang
memburunya datang dan langsung menangkap orang yang serupa dengan 'Isa itu,
lalu mereka membunuh dan menyalibnya. Maka sebagian dari mereka kafir kepada
'Isa sebanyak 12 kali sesudah ia beriman kepadanya, dan mereka berpecah belah
menjadi 3 golongan:
فقالت فرقة كان الله فينا ما شاء ثم صعد إلى السماء وهؤلاء اليعقوبية
وقالت فرقة كان فينا ابن الله ما شاء ثم رفعه الله إليه وهؤلاء النسطورية وقالت
فرقة كان فينا عبد الله ورسوله ما شاء الله ثم رفعه الله إليه وهؤلاء المسلمين
فتظاهرت الكافرتانعلى المسلمة فقتلوها فلم يزل الإسلام طامسا حتى بعث الله محمدا
صلى الله عليه وسلم
Suatu golongan dari mereka mengatakan, "Dahulu Allah beradda di antara
kita, kemudian naik ke langit". Mereka yang berkeyakinan demikian adalah
sekte Ya'qubiyah.
Segolongan lain mengatakan, "Dahulu anak Allah ada bersama kami selama
yang dikehendaki-Nya, kemudian Allah mengangkatnya kepada-Nya". Mereka
yang berkeyakinan demikian dari sekte Nasturiyah.
Segolongan lain mengatakan, "Dahulu hamba dan utusan Allah ada bersama
kami selama masa yang dikehendaki oleh Allah, kemudian Allah mengangkat dia
kepada-Nya". Mereka yang berkeyakinan demikian adalah orang-orang Muslim.
Kemudian 2 golongan kafir itu memerangi golongan yang Muslim dan membunuhnya,
maka Islam dalam keadaan terpendam hingga Allah mengutus Nabi Muhammad
Sholallahu'alaihi wa sallam.
Al-Hafizh Ibnu Katsir Rahimahulloh berkata: Atsar ini shahih sampai kepada Ibnu
Abbas.
Wallahu A'lam
Sumber: Tafsir Ibnu Katsir