Kamis, 06 Maret 2014

Kehebatan Sedekah di Kala Sempit


Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiallahu’anhu, dia berkata:

عبدَ اللهَ تعالى راهبٌ في صومعته ستين سنة ، فنزلت امرأة إلى جنبه ، فنزل إليها فكان معها ست ليال ، ثم سقط في يده ، فهرب فأتى مسجدًا فمكث فيه ثلاثة لا يطعم ، ثم أتى برغيف فكسره بإثنين ، فأعطى مسكينًا عن يمينه نصفه ، وآخر عن يساره نصفه ، ثم قبضه الله تعالى ، فوزن الستون في كفة ، والست الليالي في كفّة ، فرجحت الست ، فوزن الست بالرغيف ، فرجح الرغيف
“Seorang Rahib beribadah kepada Allah Ta’ala selama 60 tahun, lalu singgahlah seorang wanita ke sisinya, maka Sang Rahib pun bermalam dengan wanita itu selama 6 malam. Kemudian diapun menyesali perbuatannya lalu pergi dan mendatangi Masjid dan diam di dalamnya 3 hari tanpa makan, lalu diberikan roti kepadanya dan memotongnya menjadi dua bagian, kemudian membagikannya kepada orang miskin yang ada di sisi kanannya setengah roti tersebut, dan  setengahnya lagi diberikan kepada orang miskin di sisi kirinya. Kemudian Allah Ta’ala mengambil nyawanya, maka ditimbanglah 60 tahun ‘amalnya dalam timbangan dan perbuatan 6 malamnya dalam timbangan, maka perbuatan dosa 6 malamnya lebih berat. Kemudian ditimbang lagi dosa 6 malamnya dengan sepotong roti, maka amalan dengan sepotong roti ternyata lebih berat” (Lih. al-Mathalib al-Aaliyah, no. 3468)