Dari Nu’man bin Basyir Radhiallahu’anhu, Nabi
Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
الْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ
“Persatuan adalah rahmat dan perpecahan adalah adzab.” (HR. Ahmad; dihasankan Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 667)
“Persatuan adalah rahmat dan perpecahan adalah adzab.” (HR. Ahmad; dihasankan Syaikh Al-Albani dalam Ash-Shahihah no. 667)
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali
(agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat
Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah
mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang
yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah
menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk” (QS. Ali ‘Imron: 103)
‘Ali Radhiallahu’anhu berkata:
اقْضُوا كَمَا كُنْتُمْ تَقْضُونَ فَإِنِّي أَكْرَهُ الِاخْتِلَافَ
حَتَّى يَكُونَ لِلنَّاسِ جَمَاعَةٌ أَوْ أَمُوتَ كَمَا مَاتَ أَصْحَابِي
"Putuskanlah sebagaimana biasa kalian memutuskan
perkara, karena aku tidak suka perbedaan pendapat sehingga semua manusia berada
dalam kesepakatan, atau aku mati (diatas prinsip persatuan)
sebagaimana para sahabatku mati" (Riwayat Bukhari no. 3707)
Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu,
Rasulullah Sholallahu’alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُمْ ثَلَاثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلَاثًا
فَيَرْضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَأَنْ
تَعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَيَكْرَهُ لَكُمْ
قِيلَ وَقَالَ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةِ الْمَالِ و حَدَّثَنَا شَيْبَانُ
بْنُ فَرُّوخَ أَخْبَرَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ سُهَيْلٍ بِهَذَا الْإِسْنَادِ
مِثْلَهُ غَيْرَ أَنَّهُ قَالَ وَيَسْخَطُ لَكُمْ ثَلَاثًا وَلَمْ يَذْكُرْ وَلَا
تَفَرَّقُوا
“Sesungguhnya Allah menyukai bagimu tiga perkara dan
membenci tiga perkara; Dia menyukai kalian supaya beribadah kepada-Nya dan
tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, kalian berpegang teguh dengan
agama-Nya dan tidak berpecah belah. Dan Allah membenci kalian dari mengatakan
sesuatu yang tidak jelas sumbernya, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta”
(HR. Muslim no. 175)
Al-Hafizh Ibnu Katsir Rahimahulloh berkata:
وقد ضمنت لهم العصمة عند اتفاقهم من الخطأ كما وردت بذلك الأحاديث
المتعددة أيضا وخيف عليهم الإفتراق والإختلاف فقد وقع ذلك في هذه الأمة فافترقوا
على ثلاث وسبعين فرقة منها فرقة ناجية إلى الجنة ومسلمة من عذاب النار وهم الذين
على ما كان عليه النبي صلى الله عليه وسلم وأصحابه
“Bilamana mereka hidup dalam persatuan dan kesatuan, niscaya
terjaminlah mereka dari kekeliruan, seperti yang disebutkan oleh banyak hadits
mengenai hal tersebut. Sangat dikhawatirkan bila mereka bila mereka
bercerai-berai dan bertentangan. Hal ini ternyata menimpa umat ini, hingga
tercerai-berailah mereka menjadi 73 golongan. Diantaranya terdapat suatu
golongan yang selamat masuk surge dan diselamatkan dari siksa neraka. Mereka
adalah orang-orang yang mengikuti jejak yang telah dilakukan oleh Nabi
Sholallahu’alaihi wa sallam dan para sahabatnya” (Tafsir Ibnu Katsir)
Wallahu A’lam