Sabtu, 01 Februari 2014

Jangan Ada Dusta dalam Canda


Jangan ada Dusta dalam Canda

Dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu ,dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda:
إِنِّي لَا أَقُولُ إِلَّا حَقًّا قَالَ بَعْضُ أَصْحَابِهِ فَإِنَّكَ تُدَاعِبُنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ إِنِّي لَا أَقُولُ إِلَّا حَقًّا
"Aku tidak berkata kecuali kebenaran, " sebagian sahabatnya berkata; "Sesungguhnya engkau bercanda dengan kami wahai Rasulullah, " maka beliau bersabda: "Aku tidak berkata kecuali kebenaran." (HR. Ahmad)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
وَيْلٌ لِلَّذِي يُحَدِّثُ الْقَوْمَ ثُمَّ يَكْذِبُ لِيُضْحِكَهُمْ وَيْلٌ لَهُ وَوَيْلٌ لَهُ
"Celakalah orang yang berbicara kemudian berbohong agar orang lain mentertawakannya, celakalah dia, celakalah dia." (HR. Ahmad; Abu Dawud no. 4990; at-Tirmidzi no. 2315)

Dari Abu Umamah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
أَنَا زَعِيمٌ بِبَيْتٍ فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ مُحِقًّا وَبِبَيْتٍ فِي وَسَطِ الْجَنَّةِ لِمَنْ تَرَكَ الْكَذِبَ وَإِنْ كَانَ مَازِحًا وَبِبَيْتٍ فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ لِمَنْ حَسَّنَ خُلُقَهُ
"Aku akan menjamin rumah di tepi surga bagi seseorang yang meninggalkan perdebatan meskipun benar. Aku juga menjamin rumah di tengah surga bagi seseorang yang meninggalkan kedustaan meskipun bersifat gurau, Dan aku juga menjamin rumah di syurga yang paling tinggi bagi seseorang yang berakhlak baik." (HR. Abu Dawud no. 4800)

Ibnu Mas’ud Rodhiallahu’anhu berkata:
لا يزال العبد يكذب ويتحرى الكذب حتى ينكت في قلبه نكتة سوداء حتى يسود قلبه فيكتب عند الله من الكاذبين
“Seseorang itu akan terus-menerus berdusta dan mencari-cari cara untuk berdusta sampai satu titik hitam dititikkan di hatinya. Demikian sampai hitam seluruh hatinya dan ia ditulis di sisi Allah sebagai salah seorang pendusta” (Al-Kaba’ir; Imam Adz-Dzahabi)

’Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata, “Sebesar-besar kesalahan di sisi Allah adalah lisan yang suka berdusta dan seburuk-buruk penyesalan adalah penyesalan pada hari kiamat.” (lihat Aina Nahnu min Haa’ulaa’i [2/138])

Wallahu A’lam