4 Tipe Manusia dalam beramal:
1.
Amalnya ikhlas dan caranya
benar (‘Alim)
Rasululloh Sholallahu’alaihi wa sallam
bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
"Semua perbuatan tergantung niatnya, dan
(balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; Barangsiapa
niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan
yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan" (HR.
Bukhari no. 1)
2.
Amalnya ikhlas namun
caranya tidak benar (Jahil)
Rasululloh Sholallahu’alaihi wa sallam
bersabda:
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
“Barangsiapa melakukan suatu amal yang
tidak sesuai urusan kami, maka dia tertolak” (HR. Muslim no. 1718)
3.
Amalnya tidak ikhlas namun
caranya benar (Riya)
بشر هذه الامة بالسناء والنصر والتمكين فمن عمل منهم عمل الاخرة للدنيا لم يكن له في الاخرة نصيب
" Sampaikanlah kabar gembira kepada umat ini dengan ketinggian dan kedudukan di sisi Allah, kemenangan dan kekuatan. Siapa di antara mereka melakukan amal akhirat untuk kepentingan dunia, maka dia tidak mendapatkan bagian di akhirat" (HR. Ahmad dalam Az-Zuhd)
إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمْ الشِّرْكُ الأَصْغَرُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الشِّرْكُ الأَصْغَرُ قَالَ الرِّيَاءُ
"Sesungguhnya yang paling ditakutkan dari apa yang saya takutkan menimpa kalian adalah asy syirkul ashghar (syirik kecil), maka para shahabat bertanya, apa yang dimaksud dengan asy syirkul ashghar? Beliau shalallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Ar Riya'." (HR. Ahmad)
4.
Amalnya tidak ikhlas dan
caranya juga tidak benar (Kufur)
Allah ‘Azza wa Jalla Befirman:
"Apakah akan Kami
beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?.
Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini,
sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya. Mereka itu
orang-orang yang telah kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur
terhadap) perjumpaan dengan Dia, maka hapuslah amalan- amalan mereka, dan Kami
tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat” (QS.
Al-Kahfi: 103 – 105)
Wallahu A’lam