Menjalani Sisa Kehidupan
Basyr bin Al Harits Rahimahulloh berkata,
مررت برجل من العُبَّاد بالبصرة وهو يبكي فقلت ما يُبكيك فقال أبكي على
ما فرطت من عمري وعلى يومٍ مضى من أجلي لم يتبين فيه عملي
“Aku pernah melewati seorang
ahli ibadah di Bashroh dan ia sedang menangis. Aku bertanya, “Apa yang
menyebabkanmu menangis?” Ia menjawab, “Aku menangis karena umur yang luput
dariku dan atas hari yang telah berlalu, semakin dekat pula ajalku, namun belum
jelas juga amalku.” (Mujalasah wa Jawahir Al ‘Ilm, 1: 46, Asy Syamilah).
Al Hasan Al Bashri Rahimahulloh juga pernah
berkata,
لم يزل الليلُ والنهار سريعين في نقص الأعمار ، وتقريبِ الآجال
“Malam dan siang akan terus
berlalu dengan cepat dan umur pun berkurang, ajal (kematian) pun semakin
dekat.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam).
‘Aun bin Abdullah Rahimahulloh berkata,
إنَّ من أنفع أيام المؤمن له في الدنيا ما ظن أنَّه لا يدرك آخره
“Sesungguhnya hari yang
bermanfaat bagi seorang mukmin di dunia adalah ia merasa bahwa hari besok sulit
ia temui.” (Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam)
Fudhoil bin Iyadh Rahimahulloh
berkata :
تُحْسِنُ
فِيمَا بَقِيَ يُغْفَرُ لَكَ مَا مَضَى وَمَا بَقِيَ , فَإِنَّكَ إِنْ أَسَأْتَ
فِيمَا بَقِيَ أُخِذْتَ بِمَا مَضَى وَمَا بَقِيَ
“Perbaikilah kehidupanmu yang masih tersisa,
semoga Allah mengampuni apa apa yang telah lewat. Sebab, sesungguhnya apabila
engkau berbuat jelek pada masa-masa yang tersisa ini, engkau akan dibalas
dengan perbuatan-perbuatanmu yang kamu lakukan dulu dan pada masa-masa yang
tersisa ini. ”
(Jami’ul ulumul hikam)
(Jami’ul ulumul hikam)
Wallahu A’lam